Tingkatkan Karakter Generasi Milenial dengan Tadabbur Manasik Haji

Setiap rangkaian dari proses ibadah haji tidak hanya suatu rukun haji tetapi juga memiliki manfaat yang sangat berarti. Setiap rukun haji memiliki nilai dan arti tersendiri. Nilai dan manfaat rukun haji ini lah yang membuat pelatihan manasik haji penting bagi anak-anak PAUD/TK hingga Umum. Dengan adanya pelatihan manasik haji ini dapat meningkatkan pengetahuan maupun karakter anak tersebut.

Rabu 27 November kemaren anak-anak Paud Rasa Sayang dan Semanggi datang mengunjungi Taman Wisata Edukasi Jabal Rahmah Desa Jango untuk melakukan pelatihan manasik haji. Tim panitia event wisata edukasi Jabal Rahmah Desa Jango pun sudah sangat siap untuk memberikan pelatihan. Mulai dari penjemputan anak-anak menggunakan bis traver taman wisata edukasi Jabal Rahmah hingga penyambutan di pintu masuk oleh tim event yang bertugas.

Anak-anak dari paud rasa sayang dan Semanggi disambut dengan ice breaking oleh instruktur taman wisata edukasi Jabal Rahmah Desa Jango. Setelah dilakukan beberapa ice breaking dan fun games, anak-anak di ajak untuk berwudhu serta dipasangkan kain ihram sembari di ajarkan niat berhaji. Prosesi manasik haji dibuka dengan niat lalu dilanjutkan dengan berjalan ke Padang arafah untuk wuku Padang arafah adalah tempat dimana di bangunnya tugu Jabal rahmah. Tugu Jabal Rahmah merupakan tugu titik bertemunya Adam dan hawa ketika pertama kali terpisah di bumi. Di Padang Arafah anak-anak diberikan pengetahuan tentang pengenalan diri. Padang Arafah artinya pengenalan. Baik pengenalan diri mulai dari watak,sifat hinggap hal2 yang dibenci maupun disukai dari diri sendiri. Setelah wukuf di Padang Arafah. Anak-anak dibawa ke Musdhalifah, di Musdhalifah anak-anak kembali di berikan penjelasan mengenai Musdhalifah dan manfaatnya. Musdhalifah mempunyai arti yaitu sadar atau kesadaran. Kesadaran yang dimaksud adalah sadar akan mana yang baik atau buruk. Sifat yang baik dan buruk harus dapat dibedakan. Sifat iri,egois dan dengki harus ditinggalkan. Di Musdhalifah lah anak-anak belajar bahwa di diri sendiri pun masih ada rasa dengki dan egois sehingga untuk membuang sifat-sifat jelek tersebut anak-anak di bawa ke Mina untuk melempar batu kejelekan atau lebih dikenal dengan melontar jumrah. Batu yang di lempar bukanlah batu besar melainkan kerikil-kerikil kecil yang sudah di pungut di mina. Tempat melontar jumrah merupakan tiga tiang yang berukuran besar,sedang dan kecil. Tiga tiang tersebut merupakan tiang aqabah yang terbesar lalu tiang wustha yang sedang dan tiang ula yang terkecil. Setelah proses melontar jumrah atau melempar sifat jelek dalam diri sendiri lalu dilanjutkan perjalanan ke Ka'bah untuk tawaf 7 kali. Tawaf merupakan prosesi berjalan mengelilingi Ka'bah selama 7 kali. Setelah proses tawaf selesai dilanjutkan dengan proses sa'i. Proses sa'i yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah. Setelah sa'i dilakukan maka tibalah anak-anak pada tahap akhir dari rukun haji yaitu tahallul. Tahallul adalah proses pemotongan rambut bagi laki-laki. Rambut yang dipotong hanyalah sehelai rambut saja untuk menandakan bahwa rukun haji yang terakhir telah dilaksanakan. Proses manasik haji paud rasa sayang dan Semanggi di akhiri dengan senyum bahagia anak-anak maupun orang tua mereka.

4 views0 comments

Recent Posts

See All