Kelentang-,Musik Tradisional Lombok Yang Tak Kan Pudar Ditelan Waktu


Kelentang Merupakan Salah Satu Kesenian Gamelan Yang Ada Di Pulau Lombok, Yang Lebih Khususnya Merupakan Music Tradisional Khas Lombok Yang Keberadaannya Masih Ada Hingga Sekarang. Para Pendahulu Atau Para Tetua Lombok (Sasak) Awalnya Memberi Nama Alat Music Ini Dengan Kulinrang Tetapi Seiring Berjalannya Waktu Karena Penyebutan Bahasa Sasak Yang Kental Maka Orang Lombok Mengubah Nama Music Ini Dengan Nama Kelentang.


Kelentang Merupakan Alat Music Yang Di Buat Dari Besi Pipih Yang Di Pukul Meggunakan Pemukul Yang Disebut Dengan Panggul, Yang Akan Menghasilkan Bunyi Yang Seirama. Alat Music Ini Di Mainkan Oleh Banyak Orang, Dalam Satu Tim Terdiri Dari Puluhan Pemain Yang Memainkan Kelentang, 1 Orang Menjadi Penabuh/ Pemukul Gendang Dan 1 Orang Menjadi Peniup Seruling.

Alat Music Kelentang Biasa Digunakan Atau Ditampilkan Di Acara-Acara Besar Masyarakat Lombok Seperti Nyongkolan (Tradisi Pernikahan Untuk Mengunjung Rumah Mempelai Wanita Di Lombok) Dan Acara Khitanan Tradisi Lombok. Seiring Perkembangan Zaman Music Kelentang Hamper Tak Terdengar Lagi Harmoninya Di Seluruh Pelosok Lombok, Hal Inilah Yang Mengakibatkan Salah Satu Warisan Budaya Ini Hampir Punah. Music Tradisional Lombok Ini Jika Tidak Terus Menerus Dimainkan Akan Mengalami Kepunahan Total.

Dan Di Wisata Edukasi Religi Dan Kebangsaan Desa Jango Lah Music Tradisional Kelentang Ini Kembali Digaungkan, Kembali Di Mainkan Untuk Menjaga Serta Melestarikan Salah Satu Warisan Budaya Indonesia Khususnya Lombok. Kelentang Kembali Di Mainkan Oleh Para Tetua Maupun Generasi Mileneal Yang Saat Ini Hampir Setiap Malam Berkumpul Di Saung Wisata Edukasi Religi Dan Kebnagsaan Desa Jango . Hal Ini Lah Yang Akan Membuat Music Tradisional Lombok Kelentang Tak Akan Pudar Ditelan Aktu Dan Tak Akan Terseret Oleh Perubahan Zaman.

Kelentang Akan Selalu Dipukul Agar Bunyinya Menggema Di Seluruh Kawasan Wisata Edukasi Religi Dan Kebangsaan, Bukan Hanya Di Wisata Ini Tetapi Diharapkan Kelentang Dapat Digaungkan Diseluruh Lombok Lagi Untuk Menandakan Bahwa Kelentang Saat Ini Dan Di Masa Depan Nanti Tetap Ada Dan Akan Selalu Menjadi Music Tradisional Lombok Yang Keberadaannya Tak Kan Pudar Di Telan Oleh Waktu.



94 views0 comments